Mau Kredit Mobil? Jangan Cuma Hitung DP, Pahami Juga TDP!
“Wah, sedang ada promo DP mobil murah. Tabungan saya sudah cukup untuk membayar uang muka mobil yang diincar.”
Namun, apakah uang sebesar DP saja sudah cukup untuk mengajukan kredit mobil?
Belum tentu. Saat mengajukan kredit kendaraan, biaya yang perlu dipersiapkan di awal tidak hanya Down Payment (DP), tetapi juga beberapa biaya lainnya yang secara keseluruhan dapat menjadi Total Down Payment (TDP).
Karena itu, jangan sampai sudah menyiapkan dana sesuai nominal DP, tetapi ternyata masih ada biaya lain yang perlu dibayarkan di awal.
Lalu, apa perbedaan DP dan TDP? Berapa dana yang perlu dipersiapkan untuk kredit mobil? Simak penjelasannya berikut ini.
DP vs TDP: Apa Perbedaannya?
Secara sederhana, DP merupakan uang muka, sedangkan TDP merupakan total biaya yang perlu dibayarkan di awal ketika mengajukan pembiayaan.
|
|
Down Payment (DP) |
Total Down Payment (TDP) |
|
|
Pengertian |
Uang muka pembelian kendaraan |
Total biaya awal pembiayaan |
|
|
Komponen |
Persentase dari harga kendaraan |
DP + biaya awal lainnya |
|
|
Perhitungan |
Harga OTR × persentase DP |
DP + biaya-biaya awal yang berlaku |
|
|
Contoh |
Rp60 juta |
Rp72,5 juta* |
|
*Ilustrasi. Nominal dan komponen TDP dapat berbeda sesuai program pembiayaan yang dipilih.
Jadi, DP belum tentu sama dengan jumlah uang yang perlu Anda siapkan saat mengajukan kredit. Untuk mengetahui kebutuhan dana di awal, Anda juga perlu memperhitungkan TDP.
Apa Itu Down Payment (DP)?
Down Payment (DP) atau uang muka adalah sejumlah dana yang dibayarkan di awal sebagai bagian dari pembayaran kendaraan ketika membeli mobil secara kredit.
Besaran DP dapat berbeda tergantung harga kendaraan, program pembiayaan, dan promo yang tersedia. Pada program tertentu, DP kendaraan Mitsubishi melalui DSF dapat tersedia mulai dari persentase tertentu sesuai ketentuan promo yang berlaku.
Bagaimana Cara Menghitung DP?
Misalnya, Anda ingin membeli mobil dengan harga On The Road (OTR) Rp300.000.000 dan DP yang ditetapkan sebesar 20%.
Maka:
DP = Harga OTR × Persentase DP
DP = Rp300.000.000 × 20%
DP = Rp60.000.000
Artinya, berdasarkan ilustrasi tersebut, uang muka kendaraan adalah Rp60.000.000.
Mengapa Besaran DP Perlu Diperhatikan?
Besaran DP akan memengaruhi jumlah pokok pembiayaan. Secara umum, semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil jumlah dana yang perlu dibiayai.
Namun, jangan hanya berfokus pada nominal DP. Pastikan Anda juga memperhitungkan total dana yang harus disiapkan di awal serta cicilan setiap bulannya.
Baca juga: Kredit Macet dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Total Down Payment (TDP)?
Total Down Payment (TDP) merupakan total dana yang perlu dibayarkan di awal proses pembiayaan.
Selain DP, TDP dapat mencakup beberapa komponen biaya lainnya, seperti:
- Down Payment (DP)
- Cicilan pertama, jika berlaku
- Biaya administrasi
- Biaya provisi
- Premi atau biaya asuransi
- Biaya polis asuransi
- Biaya lain sesuai program pembiayaan
Komponen TDP dapat berbeda tergantung perusahaan pembiayaan, jenis kendaraan, tenor, serta program yang dipilih.
Cara Menghitung TDP
Secara sederhana, rumusnya adalah:
TDP = DP + Cicilan Pertama + Biaya Administrasi + Biaya Provisi + Biaya Asuransi + Biaya Lainnya
Agar lebih mudah dipahami, mari lihat contoh perhitungannya.
Contoh Perhitungan TDP
A ingin membeli mobil dengan harga Rp300.000.000 dan memilih DP sebesar 20%.
Maka:
DP = Rp300.000.000 × 20% = Rp60.000.000
Selain DP, terdapat biaya awal sebagai berikut:
- DP: Rp60.000.000
- Angsuran pertama: Rp4.500.000
- Premi asuransi: Rp7.500.000
- Biaya administrasi & provisi: Rp500.000
Maka:
TDP = Rp60.000.000 + Rp4.500.000 + Rp7.500.000 + Rp500.000
TDP = Rp72.500.000
Jadi, berdasarkan ilustrasi tersebut, dana yang perlu dipersiapkan di awal adalah Rp72.500.000, bukan hanya Rp60.000.000 untuk DP.
Perhitungan TDP di atas hanya merupakan ilustrasi. Nominal dan komponen biaya dapat berbeda sesuai kendaraan, program pembiayaan, dan ketentuan yang berlaku.
Sudah Siapkan DP? Jangan Lupa Hitung TDP!
Dari contoh di atas, terlihat bahwa DP dan TDP memiliki nominal yang berbeda. Inilah alasan pentingnya mengetahui TDP sebelum mengajukan kredit mobil.
Jika hanya menyiapkan dana sesuai nominal DP, Anda bisa saja masih membutuhkan dana tambahan untuk memenuhi biaya-biaya lain yang harus dibayarkan di awal.
Lantas, bagaimana jika jumlah TDP terasa cukup besar?
Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah skema pembayaran angsuran.
Mengenal ADDB untuk Pembayaran Kredit Mobil
ADDB (Angsuran Dibayar di Belakang) merupakan skema pembayaran di mana cicilan pertama dibayarkan setelah periode tertentu sesuai ketentuan pembiayaan.
Dengan skema tersebut, apabila cicilan pertama tidak termasuk dalam pembayaran awal, nominal yang perlu dipersiapkan di awal dapat berbeda.
Karena setiap program pembiayaan memiliki ketentuan masing-masing, pastikan Anda memahami rincian biaya sebelum mengajukan kredit.
Cek Estimasi Kredit Mobil Anda
Sudah menemukan mobil Mitsubishi yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Jangan hanya melihat nominal DP. Hitung juga estimasi TDP dan cicilan agar Anda dapat mempersiapkan dana pembiayaan dengan lebih matang.
Gunakan Simulasi Kredit DSF untuk melihat estimasi pembiayaan kendaraan yang Anda inginkan.
Simulasikan kredit mobil Anda dan cari tahu estimasi pembiayaannya bersama DSF.
Anda juga dapat melihat program pembiayaan yang sedang tersedia melalui Promo DSF.
Pertanyaan Umum tentang DP dan TDP
1. Apa itu Down Payment (DP)?
DP adalah uang muka yang dibayarkan di awal ketika membeli kendaraan secara kredit.
2. Apa itu Total Down Payment (TDP)?
TDP adalah total dana yang perlu dibayarkan di awal pembiayaan, yang dapat terdiri dari DP dan biaya awal lainnya seperti administrasi, provisi, asuransi, serta cicilan pertama jika berlaku.
3. Mengapa TDP bisa lebih besar daripada DP?
Karena TDP dapat mencakup berbagai biaya yang perlu dibayarkan di awal selain uang muka.
4. Apakah TDP bisa dicicil?
Tergantung pada kebijakan dan skema perusahaan pembiayaan yang dipilih. Pastikan untuk menanyakan rincian pembayaran kepada pihak pembiayaan.
5. Bagaimana menentukan DP?
Sesuaikan besaran DP dengan kemampuan finansial dan rencana cicilan Anda. Selain DP, perhitungkan juga TDP dan cicilan yang perlu dibayarkan selama masa pembiayaan.
PT Dipo Star Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Copyright ©2024 PT. Dipo Star Finance. All Right Reserved